Barusan saya order dua beans coffee yang cukup bikin penasaran: Aceh Ribang Gayo dengan notes Blueberry, Grape, Juicy Sweet, dan Wanoja Washed dengan notes Green Apple, Orange Spice, Sugarcane.

Jujur, saya sangat penasaran dengan dua beans ini.

Dua bulan terakhir, saya sedang masuk ke dunia baru yang sebelumnya tidak pernah benar-benar saya pahami: dunia kopi. Lebih spesifik lagi, saya sedang menekuni V60 filter coffee.

Awalnya saya bukan orang yang benar-benar paham kopi. Minum kopi pun dulu ya sekadar minum saja. Tidak banyak mikir soal rasa, aroma, aftertaste, acidity, body, atau istilah-istilah lain yang sekarang mulai sering saya dengar. Bahkan bisa dibilang, saya baru benar-benar penasaran dengan kopi dalam dua bulan terakhir ini.

Tapi ternyata, begitu masuk ke dunia ini, rasanya cukup seru.

Bagi saya, V60 punya pengalaman yang berbeda. Kopi tidak cuma diminum, tapi dibuat pelan-pelan. Ada proses yang harus diperhatikan: ukuran gilingan, suhu air, rasio kopi dan air, teknik pouring, waktu seduh, sampai hasil akhir di cangkir.

Dan menariknya, setiap proses kecil itu bisa mengubah rasa.

Ini yang membuat saya merasa V60 punya karakter yang khas. Rasanya tidak seperti espresso yang lebih intens dan cepat, juga jelas berbeda dari kopi sachet yang tinggal seduh lalu diminum. Di V60, ada rasa penasaran di setiap seduhan. Ada ekspektasi kecil sebelum mencicipi. Apakah notes buahnya keluar? Apakah manisnya terasa? Apakah terlalu asam? Atau malah terlalu tipis?

Pelan-pelan saya mulai membeli alat sendiri. Mulai dari dripper, timbangan, grinder, sampai beberapa alat kecil lain yang ternyata cukup penting dalam proses seduh. Awalnya terasa agak niat banget, tapi lama-lama justru di situlah letak serunya.

Ada kepuasan kecil ketika menggiling beans sendiri. Ada rasa tenang ketika menuang air perlahan. Ada momen diam sebentar saat aroma kopi mulai naik. Sederhana, tapi menyenangkan.

Mungkin ini yang membuat saya mulai betah dengan dunia kopi.

Bukan cuma soal minumannya, tapi soal prosesnya. Soal belajar hal baru. Soal mencoba memahami rasa yang sebelumnya tidak pernah saya perhatikan.

Aceh Ribang Gayo dan Wanoja Washed ini mungkin akan jadi bagian dari perjalanan kecil saya berikutnya. Saya belum tahu apakah notes blueberry, grape, green apple, orange spice, atau sugarcane itu akan benar-benar saya tangkap dengan jelas. Bisa jadi iya, bisa jadi belum.

Tapi justru itu yang bikin penasaran.

Dunia kopi ternyata bukan cuma tentang mencari rasa yang enak. Kadang, ia juga tentang melatih lidah, melatih sabar, dan menikmati proses kecil yang sering luput dalam keseharian.

Dua bulan mungkin masih sangat sebentar.

Tapi sejauh ini, dunia baru ini terasa begitu asik.